Benarkah PCC itu Berbahaya


Info Penting - Masih ingatkah anda dengan berita yang lagi viral beberapa pekan ini, yakni tentang PCC ?. apa sih sebenarnya PCC itu, sehingga bisa menggemparkan masyarakat indonesia beberapa pekan ini. Bahayakah atau sebaliknya ?

Mari sebelum kita mengatakan bahaya atau tidak terlebih dahulu kita bahas satu persatu apa kandungan dari PCC.
Menurut beberapa berita dan referensi yang saya baca PCC ini terdiri dari Paracetamol, Cafein dan Carisoprodol. Sebetulnya PCC ini bukan termasuk ke dalam jenis Narkotik, karena pada dasarnya awal mula diproduksinya obat ini adalah digunakan untuk pereda rasa nyeri dan kejang otot pasca operasi atau kecelakaan. 
Terbukti pada tahun 2009 izin peredaran obat ini telah dicabut oleh BPOM, berarti sebelumnya obat ini resmi dan direkomendasikan oleh apotik dan dokter. 

Akan tetapi, karena adanya indikasi penyalahgunaan obat tersebut oleh sebagian oknum tertentu sehingga komposisinya sudah tidak sesuai dengan dosis yang seharusnya dikonsumsi oleh pasien atau masyarakat maka pihak BPOM mencabut izin edar dari obat tesebut. Walaupun begitu peredaran obat ini sangat masif di daerah - daerah tertentu. Katakan saja salah satunya di kota Kendari beberapa waktu lalu yang dikabarkan banyak anak - anak yang menjadi korban dari PCC.

Menurut salah orang tua korban di salah satu stasiun televisi bahwa pill yang di berikan kedua dengan yang awal berbeda, "pill yang diberikan pertama kali oleh pengedar tidak memberi efek seperti yang kedua", Ujar Salah satu orang tua korban. Beliau baru tahu saat bertanya kepada korban yang telah sadar di rumah sakit. Ini dapat disimpulkan bahwa ada sekelompok orang yang sengaja mengedarkannya. Apabila, dilihat dari salah satu barang bukti yang juga berupa uang sebesar 7.666.00 rupiah maka besar kemungkinan ini digunakan untuk bisnis bukan teror.

Patutlah kita berhati - hati dan menyebarkan berita ini seluas - luasnya agar menjadi perhatian publik. Sehingga bukan hanya BPOM dan kepolisian saja yang bekerja tetapi seluruh masyarakat juga ikut membantu pencegahan peredaran PCC tersebut. Walaupun tidak tergolong narkotika akan tetapi bahayanya dapat menyerupai narkotika karena dapat membuat orang berhalusinasi berlebihan hingga dapat menyebabkan kematian.